Selasa, 10 Maret 2009

TUGAS PMB (BISNIS PENGELOLAAN)

SOAL
1. Apakah empat tujuan utama penetapan sasaran dalam suatu organisasi?
2. Sebutkan dan jelasakan tiga tahap dasar perumusan strategi.
3. Hubungkan lima keahlian manajemen dengan empat aktivitas dalam proses manajemen. Contohnya, keahlian mana yang paling penting dalam proses pengarahan (directing)?
4. Idektifikasikan manajer berdasarkan tingkatan dan bidangnya pada sekolah, akademi, atau universitas anda.
5. Jenis perusahaan apa yang keahlian teknis manajemen puncaknya lebih penting daripada keterampilan hubungan manusia atau keahlian konseptual? Apakah ada organisasi yang keahlian konseptualnya tidak penting?
6. Perbedaan apa yang mungkin anda temukan dalam budaya perusahaan manufaktur berumur 100 tahun di Northeast dan perusahaan e-commerce berunur setahun yang didirikan di Silicon Valley?
JAWABAN
1. Langkah awal dalam manajemen yang efektif adalah menetapkan tujuan. Tujuan dalam bisnis merupakan target-target kinerja yang diukur oleh organisasi dan manajer pada setiap tingkatan. Empat tujuan utama penetapan sasaran dalam suatu organisasi, diantaranya adalah :

a. Penetapan tujuan memberikan arah dan panduan bagi para manajer di semua tingkatan. Jika para manajer mengetahui secara tepat kemana perusahaan diarahkan, maka sedikit kemungkinan terjadi kesalahan pada unit yang berbeda di perusahaan.

b. Penetapan tujuan membantu perusahaan mengalokasikan sumber dayanya. Bidang-bodang yang diharapkan tumbuh akan mendapatkan prioritas utama.

c. Penetapan tujuan membantu menetapkan budaya korporasi. Misalnya tujuan suatu perusahaan yaitu untuk mendorong masing-masing divisinya untuk menjadi nomor satu di dalam industrinya. Hasilnya adalah suatu lingkungandan budaya kompetitif, kadang penuh tekanan, yang menghargai keberhasilan dan sedikit toleransi terhadap kegagalan.

d. Penetapan tujuan membantu manajer menilai kinerjanya.

2. Sebagian besar manajer harus memberikan perhatian dan kreativitas yang besar terhadap perumusan strategi bisnis. Perumusan strategi bisnis mencakup tiga langkah dasar, yaitu :

a. Menetapkan tujuan strategis
Tujuan strategis merupakan tujuan jangka panjang yang langsung berasal dari pernyataan misi suatu perusahaan. Tujuan jangka panjang ini ditetapkan oleh manajer puncak (top manager).
Sebagai contoh dalam suatu perusahaan yang mengeluarkan produk berupa barang-barang furniture. Seorang top manajer harus menetapkan tujuan strategis, misalnya menetapkan strategi baru untuk pemasaran barang atau penghilangan beberapa bisnis tambahan.

b. Menganalisis organisasi dan lingkungannya
Analisis organisasi adalah analisis yang dilakukan untuk lebih mengerti kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan. Faktor-faktor kekuatan, seperti surplus uang tunai, tersedianya sumber daya yang berkompeten, tersedianya bakat manajerial, keahlian teknis juga sedikitnya kompetisi.
Analisis lingkungan melibatkan pengamatan dan penilaian lingkungan bagi ancaman dan peluang. Ancaman ini bisa timbul dari konsumen itu sendiri, misalnya selera yang berubah. Ancaman lainnya yaitu dari produk-produk dari pesaing.
Sebagai contoh pada perusahaan barang-barang furniture, dalam analisis organisasi. haruslah diperhatikan kinerja dari masing-masing karyawan, apakah sudah sesuai dengan tujuan. Selain itu kesesuaian antara kemampuan karyawan dengan bidang yang ditekuni juga merupakan hal penting. Sebaiknya diperhatikan apakah karyawan tersebut memiliki bakat dan kompetensi yang dapat meningkatkan kualitas barang-barang furniture yang diproduksi atau tidak. Seorang manajer yang cakap dalam bidangnya akan tahu apa yang harus ia lakukan ketika dalam analisis lingkungan, hasilnya menunjukkan bahwa selera konsumen berubah dan menjauh dari barang-barang yang diproduksi oleh perusahaannya.

c. Menyesuaikan organisasi dengan lingkungannya
Langkah terakhir dalam perumusan strategi adalah menyesuaikan ancaman lingkungan dengan kesempatan terhadap kekuatan dan kelemahan perusahaan. Proses penyesuaian merupakan pusat dari perumusan strategi. Hal ini merupakan dasar bagi keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan bisnis.
Sebagai contoh pada perusahaan barang-barang furniture, seorang manajer memutuskan bahwa perusahaan itu perlu berkonsentrasi dalam bisnis inti-produksi barang-barang furniture. Jadi bisnis-bisnis sampingan yang ada harus dijual.

3. Manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan sumber daya keuangan, manusia, dan informasi suatu perusahaan untuk mencapai tujuan. Masing-masing proses manajemen berhubungan dengan lima keahlian manajemen yang ada, seperti :

a. Perencanaan
Perencanaan merupakan proses manajemen yang mentapkan apa yang harus dilakukan suatu organisasi dan bagaimana sebaiknya melakukannya. Perencanaan atau planning adalah suatu fungsi manajemen yang paling penting, karena disini diformulasikan apa yang akan dikerjakan, siapaa yang mengerjakan, di mana dan caranya, dan bagaimana menilainya. Contohnya pengusaha memutuskan untuk melipatgandakan produksi dalam jangka waktu 3 tahun yang akan datang. Untuk itu akan dibangun 2 pabrik.
Dalam proses ini, top manajerlah yang harus memutuskan berbagai macam hal yang harus dilakukan. Lima keahlian yang ada harus dimiliki oleh seorang top manajer. Hanya yang harus lebih ditekankan adalah pada keterampilan konseptual (conseptual skills).
Keterampilan konseptual merupakan kemampuan untuk melihat perusahaan secara keseluruhan, bagaimana bagian-bagian saling tergantung dan apa yang terjadi bila ada sesuatu yang berubah. Seorang top manajer harus mampu berpikir abstrak, bisa membayangkan, mendiagnosa dan menganalisis setiap situasi yang mungkin berbeda. Ia bisa memikirkan pasar baru yang akan dirintis, menganalisa akibat dari suatu keputusan, dsb.

b. Pengorganisasian
Pengorganisasian merupakan proses maanjemen yang menetapkan cara terbaik dalam mengatur sumber daya dan aktivitas suatu organisasi menjadi suatu struktur yang logis.
Pada proses ini, top manajer memegang peranan penting. Oleh karena itu, keterampilan yang harus dimiliki adalah keahlian konseptual dan keahlian hubungan manusia.

c. Pengarahan
Pengarahan merupakan proses manajemen dalam memandu dan memotivasi karyawan-karyawan untuk mencapai sasaran suatu organisasi. Fungsi ini menyangkut mengintergrasikan berbagai unit yang berbeda. Koordinasi harus ada pada setiap tingkat organisasi.
Oleh karena koordinasi memiliki peran penting dalam proses ini, maka keterampilan hubungan manusia (human relation skills) sangat dibutuhkan. Karena pengarahan adalah proses memandu dan memotivasi, seorang manajer haruslah memiliki keahlian komunikasi yang baik agar dapat mengerti dan dimengerti oleh yang lainnya. Juga agar dapat memelihara hubunganyang baik pada suatu organisasi.

d. Pengawasan
Pengawasan merupakan proses manajemen dalam memonitor kinerja suatu organisasi untuk menjamin bahwa tujuannya dapat tercapai.
Dalam proses pengawasan ini, keterampilan mengelola waktu (time management skills) dibutuhkan. Seorang manajer harus bisa memprediksi pengawasan yang akan dilakukan untuk jangka waktu berapa lama. Selain itu dibutuhkan juga keterampilan membuat keputusan (decision making skills).
Keterampilan membuat keputusan dibutuhkan dalam pengawasan. Jika pada proses pengawasan ada suatu masalah yang dihadapi maka seorang CEO akan menentukan problem, mengumpulkan fakta, mengidentifikasi alternatif penyelesaian, hingga akhirnya mengimplementasikan alternatif penyelesaian yang dipilih juga mengevaluasi efektifitas pilihan tersebut.

4. Manajer tidak hanya ada dalam bidang bisnis saja. Pada bidang pendidikan pun manajemen tetap ada, contonya pada universitas. Sekalipun pada lembaga pendidikan, tingkatan manajer seperti top manager, middle manager dan juga lower manager bisa dijumpai. Hal ini bisa diidentifikasi sebagai berikut.

a. Top manager
Pada institusi pendidikan , yang menjadi top manager adalah Rektor.

b. Middle manager
Pada institusi pendidikan, yang berperan menjadi middle manager yaitu, dekan, direktur progam sarjana, direktur program pasca sarjana, kepala lembaga, kepala unit, dan para kepala bagian di lingkungan unit-unit tersebut.

c. Lower manager
Pada institusi pendidikan, yang menjadi lower manager adalah para dosen, staff, dan karyawan

5. Perusahaan yang keahlian teknis manajemen puncaknya lebih penting daripada keterampilan hubungan manusia atau konseptual yaitu pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa seperti servis atau perbaikan. Pada perusahaan ini, menurut saya keahlian teknis lebih dikedepankan jika dibandingkan dengan keterampilan hubungan manusia atau konseptual karena produk yang dijual oleh perusahaan adalah keahlian teknis seseorang untuk mereparasi barang.
Contoh lainnya bisa ditemukan pada perusahaan tambang. Menurut saya pada perusahaan ini jelaslah keahlian teknis sangat dibutuhkan bila dibandingkan dengan keahlian-keahlian yang lain. Pada perusahaan tambang sudah tentu yang dibutuhkan adalah kemampuan teknis dalam melakukan penambangan.
Menurut saya, tidak ada suatu organisasi yang keahlian konseptualnya tidak penting. Dalam organisasi yang bergerak di bidang apapun, lima keahlian dasar haruslah dimiliki tanpa terkecuali baik itu keahlian teknis, konseptual, hubungan manusia, membuat keputusan juda keahlian mengelola waktu. Lima keahlian ini sangat dibutuhkan oleh semua manajer. Hanya untuk tiap tingkatan manajer, ada keahlian yang lebih ditekankan dibanding yang lainnya. Misalnya pada top manager, keahlian yang lebih ditekankan adalah keahlian konseptuan dan membuat keputusan; pada middle manager lebih ditekankan keahlian hubungan manusia; dan pada low manager lebih menitikberatkan pada keahlian teknis.
Di perusahaan atau organisasi manapun, keahlian konseptual sangatlah penting karena keahlian konseptual merupakan kemampuan untuk berpikir pada hal yang abstrak, mendiagnosis dan menganalisis situasi yang berbeda, serta melihat jauh ke depan. Dengan digunakannya keahlian konseptual, dapat membantu para manajer menganalisis kemungkinan hasil dari keputusan-keputusan. Juga dapat membantu individu mengetahui peluang (dan ancaman) padar yang baru.

6. Antara perusahaan manufaktur berumur 100 tahun di Northeast dan perusahaan e-commerce berumur setahun yang didirikan di Silicon Valley pasti terdapat perbedaan dan salah satunya dapat terlihat pada budaya perusahaan. Budaya korporasi merupakan pengalaman, kisah, keyakinan, dan norma-norma yang mencirikan suatu organisasi.
Faktor-faktor utama yang menentukan budaya korporasi seperti nilai-nilai (values), sejarah, kisah-kisah dan legenda. juga pengalaman bersama pada perusahaan manufaktur berumur 100 tahun di Northeast pasti lebih kuat dan banyak dibandingkan dengan perusahaan e-commerce berumur setahun yang didirikan di Silicon Valley.
Jika dilihat dari waktu berdirinya, jelaslah perusahaan manufaktur di Northeast telah berada jauh sebelum perusahaan e-commerce berdiri. Hal ini membuat perusahaan manufaktur lebih banyak pengalaman terutama dalam menyelesaikan hambatan-hambatan yang muncul. Dengan jam terbang yang sangat lama ini, mereka telah mencoba mengambil berbagai macam keputusan pemecahan masalah serta mengetahui kelemahan dan kelebihan perusahaan sendiri dan juga perusahaan pesaing-pesaingnya. Dengan umurnya yang cukup tua, perusahaan manufaktur tersebut telah mengetahui bagaimana kondisi lingkungan di Northeast dan untuk saat ini cenderung mempertahankan budaya perusahaan yang ada tanpa ada inovasi.
Pada perusahaan e-commerce yang baru berdiri satu tahun ini, belum banyak pengalaman yang berarti. Mereka juga belum mengetahui secara jelas kondisi lingkungan di sekitar Silicon Valley. Budaya yang mereka miliki belum sepenuhnya dapat membantu dan memberikan juga dampak positif karena ditahun pertama mereka masih harus banyak melakukan penyesuaian dengan kondisi budaya di perusahaan-perusahaan sekitar Silicon Valley yang menjadi pesaing bisnisnya. Salah satu kelebihan dari perusahaan e-commerce ini adalah daya saing yang masih besar membuat manajer beserta tim selalu melakukan terobosan-terobosan baru agar bisa selangkah leih maju dari sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar